Thursday, October 11, 2018

Syaikh Ali al-Qattan wafaf





[BERITA DUKA CITA]
اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن

Telah meninggal dunia salah satu ulama terbaik umat: Syaikh Ali al-Qattan, seorang Ulama Pejuang Islam dari Mesir. Beliau adalah ulama yang disiksa selama 15 tahun penjara hanya karena mengatakan: "Takutlah Kepada Allah" pada Presiden Mesir (Hosni Mubarak).

Berikut kesaksian Syaikh Qattan kepada TV Mesir dalam sebuah talk show “Al Haqiqa”. Beliau mengungkap fakta setelah mendapat siksaan selama 15 tahun di penjara.

Pada tahun 1993, ketika Syaikh Ali al-Qattan selesai sholat di Masjid Nabawi. Beliau terkejut mendapatkan Mubarak memasuki ruang peribadatan.

"Setelah kami selesai sholat, saya menoleh dan melihat presiden; namun anehnya, mereka mengosongkan sebagian besar ruangan sholat hanya untuk memberikan dia jalan masuk."

"Dia memiliki banyak pengawal dengan senjata lengkap; mereka tampak sangat geram dan menjadikan suasana di dalam masjid menjadi tidak nyaman."

Syaikh Qattan kemudian berdiri dan mendekati Mubarak sambil mengatakan:
"Takutlah kepada Allah"

Setelah mengucapkan perkataan itu, Mubarak langsung memerintahkan pengawalnya untuk menangkap Syaikh Qattan.

Dengan kasar para pengawal itu langsung menangkap Syaikh Qattan dan segera menyeretnya keluar dari masjid.

"Pengawalnya lalu membekap mulut saya, seolah mencoba menghentikan saya untuk mengatakan hal lain, tapi saya tidak berencana melakukannya. Mereka membawa saya keluar ruangan, bahkan mereka tidak memberi kesempatan pada saya untuk memakai sepatu."

"Mereka kemudian menggeledah saya untuk mencari bom atau senjata. Ketika mereka tidak mendapatkan sesuatu pada saya, salah seorang dari mereka berkata: ‘Kamu telah membuat malu kami. Kamu seharusnya mengatakan kepadanya (Mubarak) di Mesir."

Syaikh Qattan kemudian menjawab:
"Kami sedang berada di masjid, ini adalah tempat untuk semua muslim dan tidak mengapa mengatakan hal seperti itu di sebuah masjid."

Syaikh Qattan kemudian dibawa dari Madinah ke Jeddah untuk diinterogasi. Beliau teringat bahwa beliau harus menyeret 10 kilogram rantai dan bola besi di kakinya ketika berjalan di bandara menuju pesawat.

Setelah diinterogasi di Saudi Arabia, pasukan Keamanan Nasional Mesir membawanya pulang ke Mesir.

"Saya diperlakukan seperti seorang teroris. Mereka mengikat saya dengan rantai dan borgol. Mereka mencoba memaksa saya memimum obat penenang, tapi saya katakan saya sedang puasa dan tidak minum apapun." paparnya.

Sesampainya di Mesir, para penyelidik mendapatkan bahwa beliau tidak berafiliasi dengan kelompok-kelompok militan Islam atau kelompok teroris manapun.

Mantan sipir penjara tempat dimana Syaikh Qattan ditahan, Major-General Ibrahim Abd al-Ghaffar, menggambarkan bagaimana Syaikh Qattan diperlakukan selama dalam tahanan.

"Syaikh Qattan dipenjara dalam ruang tahanan tersendiri selama bertahun-tahun dan tidak boleh menerima kunjungan melainkan atas izin menteri dalam negeri"

Diakhir wawancara Syaikh Qattan menjelaskan bahwa dalam sejarah Islam, perkataan "Takutlah kepada Allah", dikatakan kepada para Khalifah Islam.

"Khalifah biasanya meminta rakyatnya untuk menasehati mereka untuk takut kepada Allah. Ketika mereka mendengarnya, mereka tidak marah (seperti halnya Mubarak), tapi mereka menyambutnya seperti sebuah nasehat."

Syaikh Ali al-Qattan meninggal pada hari selasa, 18 September 2018 (8 Muharram 1440 H) di Mesir, dalam usia 82 tahun. Teriring doa untuk beliau: Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu wa akrim nuzulahu, aamiin ya Rabbal'aalamiin.

Sumber: Ichal Aydoğan

No comments:

Post a Comment